Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Dari Kamar Pesakitan Kucari Nafkahku

Agustinadian Susanti | Rabu, Agustus 16, 2017 | Be the first to comment!

Lulus dari SMU, keinginan untuk bekerja sangat tinggi dibandingkan dengan mikir harus kuliah dan butuh biaya sedangkan alm. bapakku waktu itu sudah cukup lanjut dan gajinya hanya cukup untuk makan.

Aku ambil kursus komputer 2 bulan di LP2K Mahatma Blora program Ms. word dan Excel. Padahal belum punya komputer. Yang penting kursus dulu, karena cita-citaku kerja di kantor meski cuma lulusan SMA.

Setelah kursus aku kerja di mini market. Tapi hanya 2 bulan, aku resign karena maagku kambuh gara-gara makan bajangan (mangga muda) paroan temen kerjaku. Aku pulang muntah-muntah dan ga mau kerja lagi.

Baru beberapa hari nganggur, aku ditawari jadi guru Sekolah Minggu. Tapi cuma 1x saja aku berangkat, abis itu kapok karena ditegur guru lain bentak anak kecil.

Aku kemudian mencoba melamar kerja di sebuah perusahaan distributor sabun. Sainganku 9 orang sarjana semua, cuma aku yang SMU. Awalnya aku ogah nglamar karena masih kurang fit. Tapi demi tidak mengecewakan orang yang mencarikanku kerja aku coba ikut tes meski mau berangkat harus muntah-muntah dulu.

Tes logikaku menempati urutan tertinggi. Aku diterima dan berhasil mengalahkan para sarjana itu. Tapi aku resign dalam 3 hari karena maagku kambuh. Aku berangkat makan nasi ma telur dadar baru sejam udah laper lagi. Di kantor ga boleh ngemil, dan hampir ga ada kesempatan buat ngemil karena dioyak laporan penjualan dan setoran ke kasir. 

Akhirnya demi memuaskan perut keronconganku aku lari ke toilet dan makan beberapa butir biskuit. Belum ditelen udah ada yang ketok-ketok pintu akhirnya akupun kembali kerja masih mengunyah. Aku mulai merasa tersiksa dengan keadaaan ini. Akhirnya kuputuskan keluar.

Aku merasa gagal waktu itu. Kerja gampang didapat tapi ga bisa dijalani. Akhirnya menganggur lagi dan hanya lontang lantung tiap hari nunut nonton tv di rumah tetangga tiap jam 5 sore karena aku sedang suka banget ngikuti cerita telenovela Betty La Fea. Mungkin ada yang masih ingat? (kalau masih ingat berarti anda orang jadul kayak saya hahaha)

Waktu itu aku ga punya malu aja, tiap sore sebelum jam 5 aku sudah main ke tetanggaku dan duduk manis di depan TV kayak di rumah sendiri.Sampe bosan tetanggaku tiap aku datang.

Dalam keadaan masih belum stabil, aku malah dapat tawaran kerja lagi di luar kota. Kali ini jadi akunting di perusahaan distributor. Awalnya aku takut karena ini pertama kalinya aku kerja di luar kota. Tapi karena diyakinkan oleh alm Bapakku ya aku berangkat walau kalau bangun tidur masih muntah-muntah.

Jadi akunting setahun saja. Aku resign, perusahaanku gulung tikar, mungkin karena aku akuntingnya, atau karena dikorupsi sales. Entah aku hanya merasa gagal lagi untuk kesekian kalinya.

Aku nganggur lagi selama 5 bulan. Tapi keinginanku untuk kerja masih tinggi, aku berangkat lagi ke Semarang gara-gara melamar kerja di sebuah koperasi. Waktu mau berangkat, bapakku menyelipkan uang Rp150.000 di bawah bantalku buat sangu.

150.000 buat merantau cukupkah? Aku tak peduli,hanya nekat saja. Aku berangkat muntah-muntah dan perutku mulai keroncongan di Purwodadi. Akhirnya aku minta travel berhenti dan aku beli roti untuk mengganjal perut.

Sampai di Semarang, aku datang ke interview dan tes. Sorenya aku malah ikut persekutuan di gereja. Ga sengaja ketemu teman lama dan menawari kerja di gereja. Tentu saja ada tesnya. Aku berdua dengan salah seorang aktivis di situ. Tapi yang diterima malah aku.

Kerja di gereja sangat enak. Tapi tubuhku yang tidak bisa diajak kompromi. 2 tahun pertama aku bisa menikmati. 2 tahun terakhir aku kembali sakit gara-gara makan telur kecap yang ternyata pedasnya lombok ijo. Aku masuk UGD. ke Psikolog, ke psikiater karena muntah ga berhenti sampai ketergantungan obat.

Aku diusir dari kos sampai 7x pindah karena dikira hamil sebab muntah-muntah tiap pagi.Aku kehilangan kesehatanku, kehilangan pekerjaanku juga. Aku keluar kerja lagi dan pulang ke Blora dengan nol rupiah. Tapi Tuhan Yesus itu baik. Ketika uang pesangonku habis untuk bayar hutang rumah sakit, teman-temanku pada kasih sumbangan yang jumlahnya = uang pesangonku. Tepat persis ga kurang sepeserpun. Aku yakin itu perbuatan Tuhan.

Aku pulang pun diantar naik taxi dibayari juga sama sahabatku.Pulang ke Blora uangnya habis untuk berobat ke Chikung. Sakitku sembuh dan aku mulai menata hidupku. Bersama alm bapakku aku mulai bangkit dan semangat.

Modal pulpen dan kertas serta meja bekas jualan nasi ibuku dulu. Aku nekat buka les privat SD. Aku bikin brosur sendiri di warnet dan nyebar brosur di sekolah-sekolah diantar bapakku. karena aku masih kena psikosomatis, aku takut keluar rumah sendirian, jadi aku boncengin bapakku naik sepeda sambil sebar brosur. Tiap ada anak SD pulang sekolah aku kasih brosur itu.

Apakah aku dapat murid dari brosur? TIDAK. Aku malah dapat dari mantan bosku. 5 bulan berjalan muridku cuma 1. Tapi aku tekuni saja. Akhirnya anak-anak itu bertambah sendiri sampai muridku ada 23 orang. Setiap hari aku bekerja tanpa libur. Sampai aku bisa beli smartphone androidku sendiri dengan hasil les.

Bapakku bilang, aku memang ga bisa kerja ikut orang, harus usaha sendiri. Mengandalkan les mungkin cuma buat makan, aku suka juga online. Teman-temanku sesama  penderita GERD. tiap hari ngurusi orang sakit, dengerin curhat mereka di fb. Gabung dan komen di grup sampai akhirnya aku keluar dari grup karena berselisih paham dengan penderita lainnya.

Dari grup itu aku ke grup blogger. Tapi aku merasa asing dengan blog. Teman yang kutanya soal blog pelit info. Aku disuruh googling sendiri. But, it's OK. aku mulai suka utak atik blog sampe ngrusakin 3 template gara-gara salah pasang script. Mau ikut lomba blog kagak paham ada syarat tautkan link ke sumbernya. Pasang backlink dan embuh apaan itu aku gaptek.

Sampai karena kepengen banget ikut lomba aku makin giat belajar, aku cari tutorial dalam dan luar negeri. Paling bete kalau tutorialnya, pakai notepad. Lama kebanyakan basa basi.

Karena ga ada yang mau ngajari aku, aku belajar sendiri dari google dan youtube karena mau kursus kagak punya uang. Aku tulis apa yang sudah kupelajari dan kubagikan di blogku. Sampai ada yang mengira aku mahir blog. 

Ada yang minta aku benerin script dan sumpah aku benerin dengan gemetar, karena salah kode bisa bubar semua. Tapi puji Tuhan aku berhasil memecahkan kasus. Setelah itu makin banyak yang minta tolong. Dari gratis sampai akhirnya bayar.

Dari hasil itu aku kursus, cari guru yang bagus dan berhasil kursus kedua dan ketiga. Aku mulai suka design blog dan belajar setting blog responsive.

Setelah itu aku suka ikut lomba blog dan beberapa kali menang. Dari hadiah pulsa, buku dan uang tunai hingga biaya renovasi kamar bapakku sebelum meninggal. Aku cukup senang dan puas bisa memberikan bapakku persembahan terindahku. 

Setelah bapakku meninggal aku kembali sakit. Bisnis blog redup dan aku hanya terima design-design banner dari salah seorang rekan. Aku hanya bisa di kamar dan online ketika tidak muntah. Dari rekanku itu aku mengenal bosku yang sekarang.

Awalnya aku tidak yakin apakah bisa mengerjakan semua ini karena aku sakit. 1 tahun tanpa kabar berita kupikir semuanya batal. Bulan November aku kembali dihubungi tapi kutolak karena aku muntah darah. Tuhan tidak tinggal diam. Ia sembuhkan aku dalam waktu 3 hari lewat seorang shinse dari Medan yang sama sekali tidak kukenal sebelumnya.

Sembuh dari sakit, aku sengaja ulur waktu 3 hari lagi, mana tahu sakitku kumat. Ternyata aku makin sehat. Akhirnya ku terima saja pekerjaan sebagai admin sebuah web ternama di Indonesia dengan penulis yang tinggal di dalam dan luar negeri.  6 Bulan aku bekerja, bosku memberikanku laptop baru. Awalnya aku hanya memandu 25-an orang, bulan kedua bisa 200-an orang, bulan berikutnya bertambah terus sampai akhirnya ada 1000 orang dari berbagai latar belakang dan profesi yang bisa dipandu posting.

Siapakah aku Tuhan? Seorang yang lemah secara fisik karena begitu banyak depresi dan kesedihan di masa laluku. Sampai Kau pilih aku untuk memandu 1000 orang penulis dan hanya kulakukan di kamarku. Semua itu kemurahan Tuhan.

Dan sampai hari ini Tuhan tetap memelihara hidupku. Ya dari Kamar pesakitan kucari nafkahku. Thanks Lord Jesus.


Read More

Konsultasi Gizi ke Dokter Ahli Gizi

Agustinadian Susanti | Sabtu, Juli 15, 2017 | 1 Comment so far
Setelah menyerah dengan mual dan muntah yang mendera setiap kali makan, aku mulai mencari tahu tentang konsultan gizi yang bagus. Kali ini ga pake BPJS. Setelah janjian dengan dokternya akhirnya hari yang dinantikan tiba. 

Pagi hari sebelum berangkat ke rumah sakit aku sudah mau muntah tapi kutahan. Jarak rumah ke rumah sakit sekitar 30 menit naik motor. Rumah sakit itu kini sudah semakin bagus dan besar. Aku sempat kebingungan mencari ruang dokter. Untuk ke lantai 2 disediakan eskalator dan lift. Aku memilih naik lift.


Aku datang bersama adikku. Begitu sampai di tempat pendaftaran, aku mulai mengisi formulir dan membayar Rp.210.000,-. Dokter datang pk.11.00 WIB. Ada yang menarik selama menunggu, aku bertemu lagi dengan teman lamaku yang dulu merawatku saat aku kos sendirian. Sudah 9th lost contact, eh bisa ketemu lagi di rumah sakit.

Dokter pun datang dan aku mulai menjelaskan keadaanku. Tadinya aku bisa makan pisang, tapi entah kenapa sekarang aku kalau makan pisang itu rasanya pada nempel di kerongkongan, ga bisa turun meski aku banyak minum air. Dulu aku bisa makan tempe dan tahu tapi sejak aku mengonsumsi bubuk kedelai instan aku muntah jika makan tahu tempe.Dulu bisa makan soto kuah kaldu sekarang kena kaldu dikit aja mual banget. Sensi banget perutku.

Dokter menyarankan aku untuk mengonsumsi Nutren Optimum harganya 150rb-an di Sarika Semarang semacam susu gitu tapi gluten free dan kapsul namanya protexin 15 kapsul 72rb. Nutren diminum 3x 4 scoop / 150ml di sela sela waktu ngemil jam 10, jam 4 sore dan jam 9 malam. Protexin diminum 1x 1 hari pada pagi hari sebelum makan. Jadi total pengeluaran buat konsul dokter gizi plus obat buat 2 minggu Rp.432.000,- itu aja susu Nutrennya udah keburu abis duluan. Kalau konsumsi kefir 70rb per liter sekali minum 100 ml, jadi kalau 3x sehari habis dalam waktu 3hr + 1x paginya.

Pantanganku : Terigu dan olahannya (mie roti, kue, kerupuk, peyek, dll) kecuali gandum dan bihun tapi aku masih belum berani nyoba
Gula, madu, sirup, permen, coklat, ice cream juga ga boleh.

Yang dianjurkan makan:
  1.  Buah : apel, pir hijau, buah naga, pepaya, pisang     sunpride separo
  2. Sayur : wortel, kentang, jipang, lobak, jagung, terung, brocoli, daun bayam, tomat cherry (yang berani Cuma kentang, jagung ma wortel)
  3.  Lauk : telur, ikan, ayam, sapi (yang berani Cuma telur ma ayam cincang)
  4. Fermentasi : Kefir, kimchi, yoghurt, tempe (yang berani kuminum Cuma kefir)

Adapun jam makan yang dianjurin :
- Makan pagi jam 7 ngemil jam 10
- Makan siang jam 1 ngemil jam 4 sore
- Makan malam jam 7 ngemil jam 9
Tapi prakteknya ga bisa .. 2 jam sekali keroncongan 

Setelah aku minum obat dari dokter, ada rasa mual sih Cuma ga bisa muntah. Kalau dulu sensi sedikit langsung muntah berjam-jam. Sekarang lagi minum kefir lagi. Semoga aku bisa makan lagi dengan normal.

 
Read More

Hati-hati Belanja Online

Agustinadian Susanti | Minggu, Juli 02, 2017 | 2 Comments so far
Aku mau berbagi pengalaman burukku saat belanja online. Suatu ketika aku melihat sebuah produk X dan aku tertarik membelinya. Salahnya aku ga nyebut dengan rinci apa pesananku ya karena kupikir dia sebagai penjual udah tau lah karena foto yang dipajang cuma 1. 

Setelah selesai proses pembayaran aku cek lagi halaman produk tersebut. Betapa kagetnya aku karena foto udah diganti dengan produk yang sama tapi modelnya beda. 

Karena kuatir aku tanya lagi ke penjualnya tapi waktu itu ga ada respon. Ya aku positif thingking aja mungkin stok pas abis. 

Hari yang kunantikan tiba, barang sampai di rumah dan benar feelingku, barang yang dikirimkan tidak sama dengan yang di foto. Aku komplain tapi tetep aku yang kalah karena ga ada bukti saat dia unggah foto produk yang kumau. 

Yah pasrah deh terima kenyataan itu jadi pelajaran berharga buatku. Aku ga puas banget sama barang yang dikirim tapi tetep ga bisa dikembalikan. 

Pengalaman kedua aku cari online shop lain dan tertarik lagi sama sebuah produk. Aku biasanya sih beli melihat apakah banyak testimoni dan barang yang dijual apakah penjualnya grosir/ pedagang besar. Tapi produk yang kuinginkan justru dijual oleh sepertinya perorangan. 

Aku lihat di bagian stok dia punya beberapa stok. Oke aku coba order. Tapi di saat aku dah transfer tiba-tiba dia bilang stok ga ada ganti gambar lain. Aku ga mau. Untung uangku bisa kembali dengan mudah. 

Ga puas disitu aja, aku cari barang yang sama dengan penjual yang beda. Ada yang aneh tapinya. Dia tulis stok 100 tapi kuliat kayaknya dia penjual perorangan/ semacam reseller gitu, barangnya masa Cuma 1 macam. Tapi dia sebut dirinya “xxxshop. 

Aku mulai curiga saat udah transfer dengan harga lebih mahal tapi setelah kuorder kok stok barang yang tadinya 100 jadi habis. Alasannya karena lebaran jadi mau tutup biar ga ada yang order disetting habis. Masa gitu sih? Aku tak percaya. Duh aku nyesel banget rasanya, aku udah negatif thingking banget sampe aku chat penjualnya jangan-jangan barang bekas/ rusak yang dijual kemarin kayaknya ditulis 1 terus kok bisa jadi 100 produk lain ga ada. Ga ada komentar pembeli lainnya. Duh aku emosi banget. Tambah emosi lagi saat barang dikirimkan ke rumah, udah packingnya sobek-sobek, bungkusnya juga rusak semua, produknya juga cacat. 

Aku sekarang lagi ajukan pengembalian barang. Duh kapok banget lain kali harus sabar nunggu produk yang dijual di grosir aja. Pelajaran berharga buatku, lain kali musti ati-ati belanja online biar ga kena masalah kayak gini. Mungkin buat online shopnya seharusnya disortir penjual yang abal-abal itu jangan diberi lapak aja, merugikan pembeli banget. Nipu tu namanya stok Cuma 1 ditulis 100. Nolnya glundhung kemana bu? hm..keki bangetzzzz.
Read More

Kontrakan Rumah dan Toko di Blora

Agustinadian Susanti | Sabtu, April 15, 2017 | Be the first to comment!
DIKONTRAKAN : 

RUMAH + TOKO ALAMAT : JL.PEMUDA 97 A BLORA

  • LOKASI STRATEGIS PINGGIR JALAN RAYA BLORA-CEPU
  • COCOK UNTUK USAHA
  • DEKAT PASAR, PUSAT JAJANAN, ATM & BANK
  • LT. 330M2 
  • LB. 30M2 
  • LISTRIK 900WATT
  • 1 KMR TDR 
  • KMR MANDI DALAM
  • HALAMAN BELAKANG LUAS SEKALI
  • ADA PARABOLA
  • SANYO AIR 
  • SOFA
  • MEJA
HUB : WA 081915197153 (TELEPON HANYA UNTUK YANG SERIUS)
TANPA PERANTARA
HARGA : 15 JUTA / TAHUN
 
DEPAN TOKO


RUMAH & TOKO TAMPAK SAMPING

RUANG BELAJAR (BANGUNAN BARU)


RUANG UTAMA (BANGUNAN BARU)

KAMAR MANDI

HALAMAN BELAKANG

KAMAR MANDI TAMPAK BELAKANG


Read More

Endoskopi Lagi

Agustinadian Susanti | Rabu, Maret 29, 2017 | 6 Comments so far
Setelah mencoba menata hidup lebih baik, musibah kembali muncul. Aku keracunan kentang, kentang yang kubeli ternyata beracun. Rasanya pahit dan aku muntah-muntah kembali. Padahal aku udah ati-ati banget milihnya. Ga ada kecurigaan karena warna kulitnya masih coklat ga ijo. Yah mungkin ini cara Tuhan biar aku ga makan kentang mulu campur nasi, Itu kan karbo vs karbo, ga baik buat gula darah.

Aku masih punya surat antrian kamar di rumah sakit  udah dari bulan Januari 2017 antri dan kini udah 3 bulan, kurasa ini saat yang tepat untuk ke IGD. Dalam perjalanan selama 30 menit naik motor aku menahan muntah sambil bawa kantong kresek. 

Sesampainya disana jam 2 siang, banyak sekali pasien hingga tim medis kewalahan. Aku ga dapat tempat di IGD akhirnya cuma didudukin di kursi sambil muntah-muntah. Ditensi di kursi pula. Sampai kurang lebih 30 menit baru dapat bed itupun masih di IGD. Kacau sekali hari itu. Salah seorang staff yang sepertinya dihormati disitu datang memeriksa keadaan IGD, dan ketika dia melihatku muntah namun belum ditangani tim medis dia berkata sabar ya bu. Haiz ibu… setua itukah wajahku #nengok spion
Akhirnya satu per satu pasien dipindahkan ke dalam. Aku dapat bed, tapi ga dapat bantal dan selimut. Setelah beberapa waktu menunggu, ada salah seorang suster memindahkanku ke ruang berikutnya. Disini semakin kacau. Ruang kantor suster campur bed-bed berisi orang sakit  memenuhi jalan. Aku tak peduli, aku terus muntahin semua isi perutku hingga yang tersisa cairan asam lambung yang tak kunjung berhenti keluar.

Aku lemas, tak ada nafsu makan. Bahkan nasi bekalku bersama telur rebus sudah mengeras. Aku ga kolu makan lagi. Apelku mulai nggabus. Kacau balau. Perutku ga karuan. Lalu suster memasang infuse dan memberikanku suntikan injeksi. Aku sangat mengenali rasanya setelah diinjeksi haiz.. kenapa tubuhku rasanya ga karuan. Ini pasti dikasih obat penenang lagi. Dia bilang lanzoprazol dan ranitidine. Ternyata ini midazolam, sangat kubenci. Akh… ga enak banget rasanya. Badanku sakit semua. Mual dan tiba tiba aku mengantuk aku lupa dengan rasa mualku.

Entah kenapa aku selalu marah kalau dikasih penenang. Aku mengantuk dank arena baru datang jam 2 siang maka aku ga dapat makan malam. Akhirnya aku minta adiku belikan bubur ayam. Malam itu aku tidur di IGD bersama puluhan pasien yang masih belum dapat kamar. Aku BPJS kelas 1 dan tidur di IGD. Adiku bahkan tidak punya tempat buat duduk. Akhirnya dia pulang. Malam itu aku sendirian di rumah sakit. Pikiranku cuma kapan diendoskopi lagi. Suster bilang ga bisa endoskopi kalau ga dapat kamar.
Pupus sudah harapanku. Malam itu aku berniat pulang saja. Namun Tuhan menahanku. Seorang perawat laki-laki memberitahuku untuk pindah kamar kelas 1. Ya ruang kutilang. Aku didorong dalam keadaan berbaring di bed ke ruang kelas 1 rumah sakit pemerintah itu.

Kamarnya bagus, ada TV dan kamar mandi dalam. 1 ruangan ada 2 orang yang masing-masing ada TVnya. Entah jam berapa aku dipindahkan ke kamar itu. Aku sudah tak sabar menunggu pagi dan makan. Malam itu suster datang dan memperkenalkan diri mengajariku cara mencuci tangan dan menanyaiku tentang menu makanku. Aku senang sekali bisa order menu khusus. Tapi ternyata aku mual lagi gara-gara kurang lengkap sebutin menuku. Aku bilang diet ga makan tahu, tempe, ikan laut, daging sapi. Aku Cuma boleh makan telur dan ayam saja. Tapi pagi itu dikasih makan ayam kecap pedas meski Cuma kulit Lombok tapi perutku mulai demo. Aku marah banget dalam hati. Aku susah payah jaga makan, kenapa di rumah sakit malah kacau lagi perutku, Udah gitu datangnya telat mulu.Untung aku bawa apel yang rasanya udah ga karuan ga fresh lagi. 2 kali kena pedas, udah mau muntah rasanya. 

Aku panggil ahli gizi dan orang dapur. Aku benar-benar marah. Dan mereka setuju untuk mengganti menu mulai malam itu. Untung rasa mualku berkurang setelah minum metoclopamide dan lanzoprasol serta sucralfate. Lanzoprasol (prosogan) dan metoclopamidenya berupa injeksi katanya sekali suntik 80rb. Untung ada BPJS.

Pasien di sebelahku sakit kanker tulang. Dia terus muntah akibat kemo. Sudah 7 minggu dia dirawat, katanya sudah habis ratusan juta. Tapi untung dicover BPJS. Ibu itu sangat bersyukur ada BPJS demikian juga aku.

Malam itu menunya nasi sekepal tangan dan telur rebus sama sop. Aman lah. Aku makan dengan lahap meski menunya hambar. Tensiku Cuma 90/70 karena dibarengi datang bulan. Paling malas BAB kalau lagi diinfus padahal kalau dirumah aku biasakan setiap pagi BAB harus keluar.
Pagi jam 8 dokterku datang dan aku minta janjinya untuk endoskopi ulang dan dia setuju. Yes. Aku penasaran dengan kondisi lambung dan esofagusku karena dipakai muntah selama 1 tahun, berdarah dan BAB hitam. Penurunan berat badan mendadak.

Malam jam 7 aku makan terakhir padahal endoskopinya jam 8 pagi. Seharusnya aku ngisi perut dulu sampai puasa dari jam 2 pagi tapi sudah ga ada makanan lagi. Akhirnya aku tahan saja laparku, untung dibantu obat mual dan infuse. Aku harus puasa, kapan lagi bisa endoskopi kalau ini ga berhasil.
Jam 8 kurang, aku dijemput dan diganti baju operasi. Ramai sekali perawat disitu. Kebanyakan cowok. Aku ga terlalu jelas melihatnya karena kacamataku ditinggal di kamar pasien. Tapi ada satu cowok sepertinya dokter yang membantu endoskopi, ah mungkin dia dokter anastesi. Ganteng putih,agak terhibur melihatnya. He is my type, ah tapi aku ga peduli. Jangan-jangan dia sudah menikah. Ah. Pikiranku kemana-mana. 

Ini endoskopi yang ketiga. Aku tenang saja, tapi kali ini cairan yang disemprot di mulutku melukai tenggorokanku rasanya. Ketika kutelan cairan itu rasanya tenggorokanku radang beberapa saat. Ada rasa menebal mulai muncul dan aku tidak sadarkan diri. Entah kapan dokter masuk dan melakukan endoskopi tapi tau tau aku sadar dan sudah 2 jam berlalu padahal endoskopi Cuma 30 menit saja. 

Astaga ga terasa bener endoskopinya karena dibius total. Aku kembali ke kamarku dan makan. Hasil endoskopiku polip gaster dan gastritis erosive. 




Tanggal 31 maret 2017 kontrol lagi.
Surat yang dibawa : Surat kuning yang difotokopi, KTP dan kartu BPJS asli. 

Untuk pendaftaran kontrol bisa lewat sms atau online via web. Adapun cara SMSnya dengan format :
REG#NO REKAM MEDIS#KODE POLIKLINIK#KODE DOKTER#TGL PERIKSA#BPJS
MISAL : REG#C574831#103#D00XXX#2017-03-313#BPJS
KIRIM KE : 085-865-483-323
Setelah itu aku dapat balasan sms dari CS. 

Yah  demikianlah kisah dan pengalamanku diendoskopi untuk ketiga kalinya. Semuanya free ditanggung BPJS. Semoga bermanfaat.
Read More

Rice Cooker untuk Pacarku yang Taurus

Agustinadian Susanti | Selasa, Maret 14, 2017 | | 6 Comments so far
Koko, begitulah aku memanggil pacarku. Dia adalah orang yang sayang kepadaku seperti almarhum bapakku dan demikian juga aku sangat menyayanginya. Sejak bapakku tiada aku seperti menemukan sosok bapakku pada Koko. Mereka berdua sama-sama berzodiak Taurus. Iya Taurus “Tau-tau kurus.” Cara berpakaiannya pun sama persis, tinggi badannya juga. Mungkinkah dia hasil reinkarnasi bapakku? Hehe…#ngaco 


Emang sih dulu aku pernah pengen banget punya pacar yang kayak bapakku dari sisi kesabaran tentunya. Dan ternyata Tuhan benar-benar mengabulkan doaku. 
Setelah 15 tahun berdoa, hiks...akhirnya Tuhan kirimkan seorang cowok kepadaku. (aih koko, lama banget datangnya, kenapa baru sekarang datangnya, ternyata kau terapung-apung dalam botol di tengah lautan)


Koko, termasuk cowok sederhana yang demikian sabar menghadapi aku yang masih labil dan kadang sering jutek namun dia ga pernah marah padaku.

Kadang aku menyadari kalau selama ini dia yang lebih banyak mengalah dibanding aku. Bertengkar hebat namun bisa berbaikan kembali. Ya kurasa hampir semua pasangan seperti itu. Dia tidak romantis, tidak pernah merayu atau memujiku, sungguh berbeda dengan ekspektasiku sebagai fans berat Drama Korea. 


Kisah pertemuan kamipun terbilang biasa saja, yang paling ngebetein waktu pertama kenal, chatku cuma dibalas dengan emoticon. Gemesin kan. 

Ya tapi memang kurasa lebih baik jika dia seperti itu jadi ga terkesan gombal atau NATO (No Action Talk Only).  Lambat laun aku merasakan kasih sayangnya makin bertambah. Apalagi waktu aku sakit di kontrakan sendirian. Koko belikan aku obat shinse saat hujan deras padahal tempatnya jauh sekali dari rumahnya.

***

Waktu itu, asam lambungku naik karena salah makan hingga muntah berjam-jam disertai bercak darah. Kemudian, aku SMS koko agar dia datang ke kontrakanku. Padahal rencananya koko mau beliin aku obat shinse lagi karena obatku sudah habis. Berhubung kondisiku kritis aku memintanya langsung saja antar aku ke rumah sakit. Untungnya hari itu Minggu, jadi koko bisa menemaniku dan mengantarku. 

Dari jam 11 siang sampai 6 sore koko menemaniku, sedangkan aku masih saja muntah meski sudah ada di kamar pasien. Kalau ga dipaksa makan sama dia, mungkin aku masih nuruti rasa mual ingin muntah terus. 

Sore itu, makanan rumah sakitpun diantar ke kamarku. Namun aku masih belum bisa memakannya. 

“Koko, ga makan?” tanyaku 

“Kamu itu lho yang harus makan, dah jam 6 sore. Dari pagi ga kemasukan apa-apa.” Jawabnya galak namun tetep bikin aku tersenyum, “nanti aja aku makan kalau kamu sudah makan.” (Oh so sweet, perhatian banget seh) 

Makanan rumah sakit yang aku ga makan, koko yang abisin. Karena memang aku banyak pantangan makan sejak sakit GERD (Gastroesophageal Refluks Disease), itu lho sakit yang disebabkan karena asam lambung yang naik ke kerongkongan akibat klep lambung lemah. (FYI)

Setelah keluar dari rumah sakit, aku dapat kabar kalau koko kena typus. Aku pikir apa karena kecapean nemeni aku kemarin dan anterin aku hujan-hujan ke dokter? Tapi dia bilang bukan karena itu. Memang sejak mamanya meninggal, koko jadi jarang makan pagi. Sehari cuma makan 2 kali itupun diluar jam makan orang pada umumnya alias telat. Padahal kerjanya termasuk berat dan membutuhkan energi ekstra. 

Baru sembuh dari sakit typus, koko kecelakaan. Oh hiks aku jadi tak tega. Rasanya aku ingin kerumahnya. Namun koko menolak. Dia bilang tak apa, hanya lecet sedikit karena kepleset di jalan licin setelah hujan deras. Tapi dia mengeluh badannya demam tinggi karena memar di kakinya. Aku pikir jangan-jangan dia kena tetanus. Aih pikiranku kemana-mana. 

Yang bikin cemas lagi, Koko itu tipe orang yang malas ke dokter sama kayak almarhum bapakku. Setelah kejadian kecelakaan ganti lagi masalahnya, koko alergi makanan sampai gatal-gatal di sekujur tubuhnya. 

Sebagai pacar aku merasa bersalah karena tidak bisa ada disampingnya saat dia mengalami musibah. Jadi aku mulai berpikir apa yang bisa kulakukan untuknya. Bagaimana dia makan kalau sakit sendirian? 

Selama ini koko seringnya jajan diluar, tapi entah mengapa kemarin koko nyeletuk pengen beli rice cooker.  Aku pengen koko makan 3x sehari dan berharap berat badannya bisa bertambah beberapa kilo lagi sama seperti saat mamanya masih hidup dulu dengan menambah porsi nasinya.


Emang sih bisa saja beli nasi dan lauk diluar tapi kan mesti terbatas dan ga sehat. Aku cuma mikir kalau koko sakit terus ga kuat keluar rumah buat beli nasi, setidaknya kalau ada rice cooker di rumah kan bisa punya persediaan nasi lebih banyak dan lebih irit tentunya.  Kalau seperti waktu kena typus, kita tahu bersama kan kalau orang kena typus itu harus makan yang lunak-lunak. Kalau ada rice cooker tinggal kasih air lebih banyak ke dalam beras. Jadi deh nasi lembek/ mau jadi bubur sekalian. Praktis. bisa lebih banyak, dan sehat. 

Ah, aku benar-benar berharap bisa mewujudkan hal ini. kasihan koko kalau dia sampai kurang makan. Lebih ga tega lagi kalau dia makannya cuma mi instan. Aduh, mending nasi ma telur kecap deh.

Mungkin aku terlalu lebay kuatirin soal makan, tapi ya begitulah adanya. Sejak aku sakit gangguan asam lambung, aku jadi lebih care sama orang sakit juga. Dan paling cerewet kalau koko belum makan.

Nah, oleh sebab itu aku ingin sekali memberikan hadiah sebuah rice cooker  untuk pacarku...semoga aku bisa mewujudkannya demi rasa sayang dan cintaku padanya.

Read More

Categories

Komentar